Apa sih mau gw??!!
Mau jadi apa gw??!!
Pertanyaan seperti itu terus aja bergelayut di benak gw setiap hari...setiap saat...setiap hembusan nafas gw.
saat gw bangun tidur...saat gw beraktifitas...bahkan saat beranjak tidur.
Seperti ada kejanggalan dalam hidup gw.
Seperti ada ketidakpuasan dan seperti ada beban saat menjalani aktifitas gw.
Semuanya berjalan begitu saja, hingga gw ngerasa seperti robot yang bergerak saat tombol On di tekan. Tapi semuanya...tanpa rasa...tanpa jiwa.
Kapankah batas usia maksimal orang berhenti mencari jati diri??? Apakah masih pantas orang seusia gw, masih belum bisa menemukan apa yang gw mau dan gw ingini.
Gw punya pekerjaan...
Gw masih menimba ilmu.
Tapi gw sadar...
Gw orang yang nggak jujur sama diri gw sendiri.
Gw orang yang di penuhi keraguan dan ketakutan akan kemampuan dan bakat gw sendiri.
Pekerjaan dan rutinitas saat ini...bukan itu yang gw mau.
Jurusan yang gw ambil di bangku kuliah, bukan itu yang gw mau.
Gw seperti terikat pada jam biologis musti bangun di pagi hari dan musti tidur di malam hari, padahal gw bukan orang yang seperti itu.
Gw tidak terikat oleh waktu, Otak gw terus bergerak dan berpikir tanpa bisa gw batasi, gak perduli siang maupun malam.
Semakin gw ngejalanin semua rutinitas ini gw semakin merasa terbebani. Semua hanya beban...semua hanya kewajiban...Dan hati gw seperti berontak, mengirimkan sinyal di otak gw dan membuatnya berdenyut hebat.
Sementara di sekeliling gw, suara2 mengganggu seperti lonceng yang di guncangkan tepat di dekat daun telinga gw, semuanya berseru...menderu...
"Ada yang salah dengan hidup gw!!! ada yang salah dengan hidup gw!!!"
Ya Tuhan!!! tubuh gw sendiri melakukan pemberontakkan dan kudeta atas apa yang gw jalani sekarang.
Kepala gw mendadak sakit...
Perut gw mual dan gw seperti hidup tanpa rasa lapar
Pipi gw yang dulu berisi mulai menyusut
Mata gw redup dan gak bersinar lagi
Kulit gw berubah kusam
Dan apakah ini???
Kenapa dunia berwarna suram???
Ya Tuhan!!!
Bukan ini yang gw mau...
Rabu, 06 Mei 2009
Kamis, 23 April 2009
AKU adalah DIA dan DIA adalah AKU
Acara talk show semalem di Metro TV dengan label "JUST ALVIN", menimbulkan sensasi baru di benak gw. Yupz...bintang tamu yang notabene adalah jajaran orang entertainment yang konon ngejogrog di barisan papan atas itu, cukup menyita perhatian gw untuk menyimak tiap detail kata2, serta luapan emosi yang keluar dari suara, mimik serta tingkah laku mereka.
Bintang tamu semalem adalah Pasha Ungu dan Tora Sudiro, So...dari situ mulai bisa di tilik tema apa yang tengah di angkat.
Yupz...
Duren...alias duda keren...muda, kaya, terkenal. It seems like they have everything that makes women chasing on them.
But...di sisi lain ternyata ini sebuah ironi buat mereka, kehidupan rumah tangga yang berbanding terbalik dengan perkembangan karier mereka.
Pasha Ungu menjawab setiap lontaran pertanyaan sesuai dengan koridor yang berlaku, dalam artian terkesan berhati-hati dan gak mau nyerempet tatanan norma yang ada.
Tora...Uhmmm..I like this guy, sejak pertama muncul di film arisan, sampai sekarang saat berbagai gosip n rumor soal kehidupan pribadinya, I still like him. Bahkan saat menjawab pertanyaan yang di lotarkan oleh Alvin, dia tetep ngejawab dengan nada yang slenge'an.
Seru...
gokil...
kocak..
n...jujur...
Gw terpaku waktu di tanya soal kedekatannya dengan artis wanita Mieke Amalia, yang selama ini di anggap sebagai orang ke tiga dalam kehidupan rumah tangganya. Kebanyakan artis pasti akan mengelak, menjawab secara diplomatis atau apalahhh, untuk menutupi skandal itu. Tapi Tora...Dia blak2an...menjawab dengan gamblang tanpa menutup-nutupi.
Dan kata2 yang gak pernah bisa ilang dari otak gw, yang sekarang masih terus nempel adalah...waktu dia menjawab hal yang membuat dia bisa sampe suka sama Mieke adalah karena Saat bertemu Mieke, dia bisa membuat Tora merasa" Dia adalah aku dan Aku adalah Dia"
Gw tercenung...berpikir...
Apakah itu yang gw rasakan saat deket dengan seseorang saat ini.
Memang adakalanya...seseorang baru berasa menemukan cinta sejatinya, justru saat telah terlambat. Saat dia sudah terikat komitmen sakral bersama seseorang, bahkan adakalanya saat udah muncul buah cinta yg lahir dari ikatan komitmen itu sendiri. Namun perkara apakah dia akan meninggalkan semuanya demi si cinta sejatinya itu, atau memilih untuk bertahan pada komitmen awal, itu kembali ke pihak masing2.
Sekarang gw justru berpikir...
Apakah kelak gw akan bertemu sama sosok yang membuat gw ngerasa " Aku adalah Dia , Dia adalah Aku..."
Dannn...
Apakah Gw juga akan bernasib seperti Tora?
Atau gw perlu menunggu?
Sampai kapan?
Bintang tamu semalem adalah Pasha Ungu dan Tora Sudiro, So...dari situ mulai bisa di tilik tema apa yang tengah di angkat.
Yupz...
Duren...alias duda keren...muda, kaya, terkenal. It seems like they have everything that makes women chasing on them.
But...di sisi lain ternyata ini sebuah ironi buat mereka, kehidupan rumah tangga yang berbanding terbalik dengan perkembangan karier mereka.
Pasha Ungu menjawab setiap lontaran pertanyaan sesuai dengan koridor yang berlaku, dalam artian terkesan berhati-hati dan gak mau nyerempet tatanan norma yang ada.
Tora...Uhmmm..I like this guy, sejak pertama muncul di film arisan, sampai sekarang saat berbagai gosip n rumor soal kehidupan pribadinya, I still like him. Bahkan saat menjawab pertanyaan yang di lotarkan oleh Alvin, dia tetep ngejawab dengan nada yang slenge'an.
Seru...
gokil...
kocak..
n...jujur...
Gw terpaku waktu di tanya soal kedekatannya dengan artis wanita Mieke Amalia, yang selama ini di anggap sebagai orang ke tiga dalam kehidupan rumah tangganya. Kebanyakan artis pasti akan mengelak, menjawab secara diplomatis atau apalahhh, untuk menutupi skandal itu. Tapi Tora...Dia blak2an...menjawab dengan gamblang tanpa menutup-nutupi.
Dan kata2 yang gak pernah bisa ilang dari otak gw, yang sekarang masih terus nempel adalah...waktu dia menjawab hal yang membuat dia bisa sampe suka sama Mieke adalah karena Saat bertemu Mieke, dia bisa membuat Tora merasa" Dia adalah aku dan Aku adalah Dia"
Gw tercenung...berpikir...
Apakah itu yang gw rasakan saat deket dengan seseorang saat ini.
Memang adakalanya...seseorang baru berasa menemukan cinta sejatinya, justru saat telah terlambat. Saat dia sudah terikat komitmen sakral bersama seseorang, bahkan adakalanya saat udah muncul buah cinta yg lahir dari ikatan komitmen itu sendiri. Namun perkara apakah dia akan meninggalkan semuanya demi si cinta sejatinya itu, atau memilih untuk bertahan pada komitmen awal, itu kembali ke pihak masing2.
Sekarang gw justru berpikir...
Apakah kelak gw akan bertemu sama sosok yang membuat gw ngerasa " Aku adalah Dia , Dia adalah Aku..."
Dannn...
Apakah Gw juga akan bernasib seperti Tora?
Atau gw perlu menunggu?
Sampai kapan?
Rabu, 15 April 2009
Pertemuan Gak Terencana di Sore Hari
Kemarin sore, seperti biasa...
Balik dari kantor...berjalan dengan tergesa-gesa menelusuri trotoar di sisi jalan Sudirman, melintasi jembatan halte setiabudi,tanpa menoleh kiri dan kanan, larut dalam alunan musik dari ipod, lewat earphone yang terpasang di kuping gw, sambil berkutat dengan berbagai hal yang berkecamuk di dalam benak gw....selalu....
Tiba-tiba...
Seseorang menarik tas gw...
"Cong!!!"
Hehhh...panggilan khas yang gw kenal banget, Rizky...Yupz...it's him. Berdiri sambil nyengir memandang gw.
"Huahhhh!!!" Gw langsung menarik-narik jaketnya. agak lebay sihhhh. Coz ini pertemuan yang sama sekali gak di rencanakan.
Rizky baru ajah kehilangan motor-nya, krn itu sekarang dia harus nempuh perjalanan Cakung- Sudirman dengan kendaraan umum. Dia langsung nyerocos tentang ribetnya ngurus2 laporan kehilangan.
Ironis yahhh...Dapet pacar, tapi kehilangan motor. Buat sebagian orang, khususnya cowok. Kehilangan motor kadang lebih sakit daripada kehilangan cewek. Yupz...karena motor selalu setia, gak pernah menuntut...hehehe.
Ditengah asyiknya celotehan kita berdua, somebody calls him, and then...
"Iya beib..."
Hmmm...itu pasti Ari, ce-nya Rizky yang baru, Gw kenal juga kok ma anaknya, baik walau agak keras n idealis, but over all, she is nice. Lalu mereka asyik bertelepon ria, n gw cuman nganggur, sambil senyum2 jail. Yupz...coz akhirnya Rizky menemukan juga pasangan jiwanya.
But...suddenly...
Ada sesuatu yang hilang, dan jarak yang hanya beberapa puluh centi meter antara gw dan Rizky, tiba2 seperti dibatasi oleh tembok yang tinggi dan tebal.
"Iya nehhh, gw lagi jalan mo pulang, truss ktemu ma si bencong kecil ini..." Rizky terus asyik berceloteh, lalu dia noleh ke gw..
"Lo nunggu apaan Cong...pulang gihhh!!!"
Ughhhh...sakit hati...
Ini yang namanya sahabat???!! Meskipun bercanda tetap berkesan keterlaluan. Gw senyum sambil nahan rasa dongkol, gw pamit, lalu membalikkan badan gw. Gw nunggu krn ngehargain dia ajah, masak begitu dia terima telpon gw mo langsung kaburr.
Bener-bener deh nih anak, dia gak pernah gitu2 amat ma gw sebelumnya. Gw juga udah cukup tau harus memposisikan diri gw di mana, apalagi klo sahabat laki2 kita, yang biasa gokil2an dah punya gandengan. Gw juga akan berusaha jaga perasaan pasangan dia. Gak perlu gitu2 amat lahhh.
kemudian...back to my habbit...
Pasang ipod dan kembali berjalan dengan langkah cepat, pasti...tanpa menoleh lagi.
Emang hanya waktu yang akhirnya bisa ngebuktiin, mana yang bener2 sahabat sejati lo.
Yang ada di samping lo, tanpa mengharapkan apa2.
Dan seperti di film mengejar matahari...
Sahabat sejati akan selalu ada di hati
Dia selalu ada, dan gak akan pernah mati.
Balik dari kantor...berjalan dengan tergesa-gesa menelusuri trotoar di sisi jalan Sudirman, melintasi jembatan halte setiabudi,tanpa menoleh kiri dan kanan, larut dalam alunan musik dari ipod, lewat earphone yang terpasang di kuping gw, sambil berkutat dengan berbagai hal yang berkecamuk di dalam benak gw....selalu....
Tiba-tiba...
Seseorang menarik tas gw...
"Cong!!!"
Hehhh...panggilan khas yang gw kenal banget, Rizky...Yupz...it's him. Berdiri sambil nyengir memandang gw.
"Huahhhh!!!" Gw langsung menarik-narik jaketnya. agak lebay sihhhh. Coz ini pertemuan yang sama sekali gak di rencanakan.
Rizky baru ajah kehilangan motor-nya, krn itu sekarang dia harus nempuh perjalanan Cakung- Sudirman dengan kendaraan umum. Dia langsung nyerocos tentang ribetnya ngurus2 laporan kehilangan.
Ironis yahhh...Dapet pacar, tapi kehilangan motor. Buat sebagian orang, khususnya cowok. Kehilangan motor kadang lebih sakit daripada kehilangan cewek. Yupz...karena motor selalu setia, gak pernah menuntut...hehehe.
Ditengah asyiknya celotehan kita berdua, somebody calls him, and then...
"Iya beib..."
Hmmm...itu pasti Ari, ce-nya Rizky yang baru, Gw kenal juga kok ma anaknya, baik walau agak keras n idealis, but over all, she is nice. Lalu mereka asyik bertelepon ria, n gw cuman nganggur, sambil senyum2 jail. Yupz...coz akhirnya Rizky menemukan juga pasangan jiwanya.
But...suddenly...
Ada sesuatu yang hilang, dan jarak yang hanya beberapa puluh centi meter antara gw dan Rizky, tiba2 seperti dibatasi oleh tembok yang tinggi dan tebal.
"Iya nehhh, gw lagi jalan mo pulang, truss ktemu ma si bencong kecil ini..." Rizky terus asyik berceloteh, lalu dia noleh ke gw..
"Lo nunggu apaan Cong...pulang gihhh!!!"
Ughhhh...sakit hati...
Ini yang namanya sahabat???!! Meskipun bercanda tetap berkesan keterlaluan. Gw senyum sambil nahan rasa dongkol, gw pamit, lalu membalikkan badan gw. Gw nunggu krn ngehargain dia ajah, masak begitu dia terima telpon gw mo langsung kaburr.
Bener-bener deh nih anak, dia gak pernah gitu2 amat ma gw sebelumnya. Gw juga udah cukup tau harus memposisikan diri gw di mana, apalagi klo sahabat laki2 kita, yang biasa gokil2an dah punya gandengan. Gw juga akan berusaha jaga perasaan pasangan dia. Gak perlu gitu2 amat lahhh.
kemudian...back to my habbit...
Pasang ipod dan kembali berjalan dengan langkah cepat, pasti...tanpa menoleh lagi.
Emang hanya waktu yang akhirnya bisa ngebuktiin, mana yang bener2 sahabat sejati lo.
Yang ada di samping lo, tanpa mengharapkan apa2.
Dan seperti di film mengejar matahari...
Sahabat sejati akan selalu ada di hati
Dia selalu ada, dan gak akan pernah mati.
Selasa, 14 April 2009
LOST (Saat Gak Lagi Jadi Peran Utama)
Akhirnya salah satu sahabat terbaik gw, jadian juga sama perempuan yang dah lama deket sama dia. Gw ikut seneng juga sihh, mengingat dia itu baik banget sama gw dan selalu ada buat gw.
Sebenernya dia emang dah sering banget nembak gw. Tapi selalu gw tolak secara halus atau dengan cara diplomatis, malahan kadang terkesan assalll.
Karena gw yakin gw gak bisa memberikan ruang khusus di hati gw buat dia inilahhh, gw kerapkali ngejodohin dia sama temen2 gw. Dan hasilnya selalu gagal dengan sukses.
Perempuan yang sekarang jadi pacar dia, sama sekali bukan gw yang ngenalin. Gw justru baru mau ngenalin sama salah satu sahabat gw dari kecil yang sekarang bekerja sebagai guru bahasa Prancis, di salah satu sekolah pariwisata negeri di Jakarta.
Tapi jujur...
Di tengah perasaan bahagia gw, terselip juga perasaan kehilangan. Meskipun gw sadar bahwa gak selamanya gw selalu memegang peran utama dalam kehidupan seseorang. Mungkin sekarang waktunya gw cuman dapet peran pembantu...figuran...cameo atau bahkan numpang lewat tanpa dialog sama sekali. Dan gw harus selalu siap untuk itu karena memang inilah hidup.
Yang sedih adalah..
Beberapa saat sebelum jadian, dia selalu menghindar dari gw. Seperti ingin menarik diri dari persahabatan yang gw tawarkan. Tapiii...cuman itu yang bisa gw berikan.
Bahkan tadi waktu gw telpon, gw kok gak ngedenger nada antusias sama sekali dari nada suaranya waktu gw ngucapin selamet karena baru jadian sementara kenyataan di facebook ce-nya berbanding terbalik sama sikap dia, Ce-nya kliatan excited n bahagia bgt. Emang sihhh, sebelum jadian, dia beberapa kali curhat klo dia sama sekali gak punya perasaan apa2 sama ce-nya yang sekarang ini. Apakah dia cuman terpaksa ngejalanin ini semua??? Cuman dia dan Tuhan yang tau. Sebagai orang yang gw anggap sebagai salah satu teman terbaik, tentu aja gw mengharapkan dia dapet yang terbaik juga.
Sebenernya dia emang dah sering banget nembak gw. Tapi selalu gw tolak secara halus atau dengan cara diplomatis, malahan kadang terkesan assalll.
Karena gw yakin gw gak bisa memberikan ruang khusus di hati gw buat dia inilahhh, gw kerapkali ngejodohin dia sama temen2 gw. Dan hasilnya selalu gagal dengan sukses.
Perempuan yang sekarang jadi pacar dia, sama sekali bukan gw yang ngenalin. Gw justru baru mau ngenalin sama salah satu sahabat gw dari kecil yang sekarang bekerja sebagai guru bahasa Prancis, di salah satu sekolah pariwisata negeri di Jakarta.
Tapi jujur...
Di tengah perasaan bahagia gw, terselip juga perasaan kehilangan. Meskipun gw sadar bahwa gak selamanya gw selalu memegang peran utama dalam kehidupan seseorang. Mungkin sekarang waktunya gw cuman dapet peran pembantu...figuran...cameo atau bahkan numpang lewat tanpa dialog sama sekali. Dan gw harus selalu siap untuk itu karena memang inilah hidup.
Yang sedih adalah..
Beberapa saat sebelum jadian, dia selalu menghindar dari gw. Seperti ingin menarik diri dari persahabatan yang gw tawarkan. Tapiii...cuman itu yang bisa gw berikan.
Bahkan tadi waktu gw telpon, gw kok gak ngedenger nada antusias sama sekali dari nada suaranya waktu gw ngucapin selamet karena baru jadian sementara kenyataan di facebook ce-nya berbanding terbalik sama sikap dia, Ce-nya kliatan excited n bahagia bgt. Emang sihhh, sebelum jadian, dia beberapa kali curhat klo dia sama sekali gak punya perasaan apa2 sama ce-nya yang sekarang ini. Apakah dia cuman terpaksa ngejalanin ini semua??? Cuman dia dan Tuhan yang tau. Sebagai orang yang gw anggap sebagai salah satu teman terbaik, tentu aja gw mengharapkan dia dapet yang terbaik juga.
Senin, 16 Maret 2009
JEJAK LANGKAH YANG TERTINGGAL
Dimana engkau yang telah sekian lama menghilang
Tak ada jejak dan tak ada kabar
Hingga aku hanya mampu menitipkan rindu
Pada siang dan malam
Pada mentari yang cahayanya menerobos di sela-sela dedaunan
Pada gemintang yan bersinar di kegelapan malam
Pada angin yang berhembus di padang hijau rerumputan
Sambil menerka-nerka seperti apa wajahmu sekarang
Di titik mana kau berjalan
Di atas peta kehidupanmu sekarang
Hingga kau bahkan tak sempat menitipkan salam
Saat kau beranjak melanjutkan perjalanan
Masihkah rasa sakit itu menderamu
Yang ku ingat sempat memupuskan asa dalam benakmu
Aahhh...
Engkau bahkan mungkin sudah tak mengingatku lagi
Dan senyum indah itu sudah bukan untukku lagi
Dan semua cerita yang mengalir sepanjang percakapn kita
Entah kapan akan terjadi lagi
Dan engkau kembali seperti sebelum pertemuan kita
Tak terlihat
Tak tersentuh
Tak tergapai
Karena kau telah menghilang
Tak ada jejak dan tak ada kabar
Hingga aku hanya mampu menitipkan rindu
Pada siang dan malam
Pada mentari yang cahayanya menerobos di sela-sela dedaunan
Pada gemintang yan bersinar di kegelapan malam
Pada angin yang berhembus di padang hijau rerumputan
Sambil menerka-nerka seperti apa wajahmu sekarang
Di titik mana kau berjalan
Di atas peta kehidupanmu sekarang
Hingga kau bahkan tak sempat menitipkan salam
Saat kau beranjak melanjutkan perjalanan
Masihkah rasa sakit itu menderamu
Yang ku ingat sempat memupuskan asa dalam benakmu
Aahhh...
Engkau bahkan mungkin sudah tak mengingatku lagi
Dan senyum indah itu sudah bukan untukku lagi
Dan semua cerita yang mengalir sepanjang percakapn kita
Entah kapan akan terjadi lagi
Dan engkau kembali seperti sebelum pertemuan kita
Tak terlihat
Tak tersentuh
Tak tergapai
Karena kau telah menghilang
Minggu, 15 Maret 2009
MEMINTA KEPADA TUHAN
Ya Tuhan...
Jika memang semua ini harus berakhir
Dan tak mungkin untuk membenahi serpihan hati ini
Tak mungkin menyempurnakan akhir kisah ini
Berikan akhir yang baik walau aku tau tak mungkin indah
Berikan akhir tanpa rasa sakit yang menghunjam
Berikan akhir yang tidak menimbulkan trauma dalam hatiku
Berikan akhir yang semakin menguatkanku
Hingga aku lebih kuat dan tegar untuk melangkah
Tapi setelah itu Tuhan,
Berikan ganti yang lebih indah
Berikan ganti yang tidak menyakitiku lagi
Berikan ganti yang hatinya di balut dengan kesabaran
Berikan ganti yang datang dengan membawa cinta dari Mu
Cinta yang begitu besar hingga mungkin aku bahkan tak sanggup untuk menampungnya
Ganti yang aku tau bukan makhluk yang sempurna
Tapi dengan kehadirannya, hidup ku menjadi sempurna.
Jika memang semua ini harus berakhir
Dan tak mungkin untuk membenahi serpihan hati ini
Tak mungkin menyempurnakan akhir kisah ini
Berikan akhir yang baik walau aku tau tak mungkin indah
Berikan akhir tanpa rasa sakit yang menghunjam
Berikan akhir yang tidak menimbulkan trauma dalam hatiku
Berikan akhir yang semakin menguatkanku
Hingga aku lebih kuat dan tegar untuk melangkah
Tapi setelah itu Tuhan,
Berikan ganti yang lebih indah
Berikan ganti yang tidak menyakitiku lagi
Berikan ganti yang hatinya di balut dengan kesabaran
Berikan ganti yang datang dengan membawa cinta dari Mu
Cinta yang begitu besar hingga mungkin aku bahkan tak sanggup untuk menampungnya
Ganti yang aku tau bukan makhluk yang sempurna
Tapi dengan kehadirannya, hidup ku menjadi sempurna.
CINTA YANG MELUKAIKU
Seharusnya cinta ini tidak melukaiku
Seharusnya cinta ini melindungiku dari kesakitan
Seharusnya cinta ini tidak menimbulkan nyeri
Yang menghunjam dalam dadaku
Seharusnya cinta ini tidak mengalirkan bulir-bulir air mata
Yang membasahi pipi dan kain selimut malamku
Seharusnya cinta ini tidak mengintimidasi dan mengancamku
Seharusnya cinta itu membuatku semakin kuat mengahadapi kerasnya kehidupan
Bukan membuatku semakin rapuh
Seharusnya cinta itu bukan hanya di perjuangkan
Ataupun di pertahankan oleh satu pihak saja
Seharusnya cinta itu bertumbuh...berbunga...dan mekar
Seharusnya cinta itu membuatku tidak merasa malang dan sendirian
Seharusnya cinta itu tidak menciptakan mendung di hatiku
Tapi dia membawa sinar mentari yang senantiasa menyinari dan melepaskanku
Dari belenggu kegelapan.
Seharusnya cinta itu tidak...
Sendiri...
Karena itulah yang sekarang kurasakan
Yakni apa yang tak seharusnya ku rasakan
Karena sekarang...aku menggenggam cinta
Yang mungkin semu
Yang mungkin layu
Yang mungkin hanya khayalan dan fatamorgana saja
Karena nyatanya...
Malam ini...aku sendiri
Seharusnya cinta ini melindungiku dari kesakitan
Seharusnya cinta ini tidak menimbulkan nyeri
Yang menghunjam dalam dadaku
Seharusnya cinta ini tidak mengalirkan bulir-bulir air mata
Yang membasahi pipi dan kain selimut malamku
Seharusnya cinta ini tidak mengintimidasi dan mengancamku
Seharusnya cinta itu membuatku semakin kuat mengahadapi kerasnya kehidupan
Bukan membuatku semakin rapuh
Seharusnya cinta itu bukan hanya di perjuangkan
Ataupun di pertahankan oleh satu pihak saja
Seharusnya cinta itu bertumbuh...berbunga...dan mekar
Seharusnya cinta itu membuatku tidak merasa malang dan sendirian
Seharusnya cinta itu tidak menciptakan mendung di hatiku
Tapi dia membawa sinar mentari yang senantiasa menyinari dan melepaskanku
Dari belenggu kegelapan.
Seharusnya cinta itu tidak...
Sendiri...
Karena itulah yang sekarang kurasakan
Yakni apa yang tak seharusnya ku rasakan
Karena sekarang...aku menggenggam cinta
Yang mungkin semu
Yang mungkin layu
Yang mungkin hanya khayalan dan fatamorgana saja
Karena nyatanya...
Malam ini...aku sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)
Follow Us
@Elhamunited
Blogroll
MUSIC
My Favorite
- The Nudist on the Late Shift: And Other True Tales of Silicon Valley - by Po Bronson
- Steve Jobs, the Journey Is the Reward - by Jeffrey S. Young
- A Whole New Mind: Why Right-Brainers Will Rule the Future - by Daniel H. Pink
- The War of Art: Break Through the Blocks and Win Your Inner Creative Battles - by Steven Pressfield
- The Small Business Bible: Everything You Need to Know to Succeed in Your Small Business - by Steven D. Strauss
- Growing a Business - by Paul Hawken
- Cutting for Stone - by Abraham Verghese
- The Art of Making Money: The Story of a Master Counterfeiter - by by Jason Kersten
- Love Is a Four-Letter Word: True Stories of Breakups, Bad Relationships, and Broken Hearts by Neal Pollack
- Devil's Garden-The Best Crime Fiction of 2009






